Perkuat Ketahanan Pangan Negeri Kementan Laksanakan Tanam Padi Serentak Di 17 Provinsi

Perkuat Ketahanan Pangan Negeri, Kementan Laksanakan Tanam Padi Serentak di 17 Provinsi

Perkuat Ketahanan Pangan Negeri, Kementan Laksanakan Tanam Padi Serentak di 17 Provinsi

Kupang-Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia terus melakukan langkah konkret untuk mengantisipasi potensi krisis pangan melalui gerakan percepatan luas tambah tanam. Sebagai bagian dari strategi nasional, Kementan melaksanakan kegiatan tanam padi serentak yang tersebar di 17 provinsi di  Indonesia. Langkah masif ini menargetkan total luas tanam mencapai 10.000 hektare guna memastikan stok pangan nasional tetap aman dan stabil.

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu titik fokus utama dalam gerakan ini. Pelaksanaan tanam serentak di NTT dipusatkan di Desa Manusak, Kabupaten Kupang. Wilayah ini memiliki potensi strategis dengan total lahan cetak sawah rakyat mencapai 399 hektar secara keseluruhan. 

Sebagai aksi nyata, pada Kamis 9 April 2026, telah dilaksanakan penanaman padi seluas 86,58 hektare yang terfokus di Blok Oekayo, Desa Manusak. Kegiatan ini dilakukan secara daring, menghubungkan semangat para petani di lapangan dilokasi yang tersebar.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pelaksanaan tanam serempak ini menjadi langkah konkret dalam menjaga momentum produksi nasional di tengah tantangan iklim.

“Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arshanti menyatakan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada militansi SDM pertanian di lapangan.

"Kami menggerakkan seluruh lini, mulai dari penyuluh hingga institusi pendidikan vokasi, untuk memastikan target tanam tercapai tepat waktu. Pendampingan teknis seperti ini adalah contoh bagaimana SDM yang kompeten mampu mengoptimalkan lahan cetak sawah rakyat yang sudah disiapkan pemerintah," jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian ,Tedy Dirhamsyah menekankan peran krusial para penyuluh dalam mendampingi petani mengadopsi pola tanam yang efisien.

"Sinergi antara penyuluh dan petani di Kabupaten Kupang sangat luar biasa. Penanaman 86,58 hektare dalam satu waktu ini membuktikan bahwa koordinasi yang baik di tingkat bawah dapat mengakselerasi program strategis kementerian," tambahnya.

Kegiatan di Desa Manusak ini juga menjadi momentum unjuk kekuatan teknologi pertanian modern., Kementan menunjukkan penggunaan teknologi drone untuk melakukan pemetaan lahan serta pemantauan kondisi pertanaman secara real-time. Penggunaan drone diharapkan dapat membantu petani dalam mendeteksi kebutuhan air maupun serangan hama secara presisi, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat.

Salah satu elemen penting dalam kegiatan di Kabupaten Kupang ini adalah keterlibatan aktif dari generasi muda. SMK PP Negeri Kupang mengerahkan sejumlah siswa-siswinya untuk turun langsung ke lapangan, membantu proses penanaman bersama para petani.

Kepala SMK PP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya, menyampaikan bahwa keterlibatan siswa ini adalah bagian dari kurikulum berbasis industri dan pengabdian masyarakat.

"Kami ingin menyiapkan generasi muda yang tidak hanya paham teori, tetapi memiliki keterampilan teknis yang mumpuni di lapangan. Melibatkan siswa dalam program kementerian di Desa Manusak adalah cara kami mencetak 'petani milenial' yang siap mendukung program pemerintah secara berkelanjutan. Mereka adalah penerus masa depan kedaulatan pangan kita," ungkapnya.

Kegiatan tanam serentak ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kegiatan tanam serentak ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Kepala Balai Riset dan Mekanisasi Pertanian (BRMP) NTT, jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang serta Brigade Pangan.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini, didampingi oleh para Penyuluh Pertanian lapangan, menunjukkan bahwa upaya penguatan pangan di NTT didukung secara penuh oleh berbagai instansi teknis. Penggunaan teknologi modern, termasuk mekanisasi pertanian, terus didorong untuk memastikan produktivitas di lahan Blok Oekayo tetap tinggi.

Ke depan, gerakan tanam serentak ini diharapkan tidak hanya berhenti pada proses penanaman, tetapi berlanjut pada pengawalan masa panen yang produktif. Optimalisasi lahan cetak sawah rakyat seluas 399 hektar di Desa Manusak diproyeksikan akan meningkatkan pendapatan ekonomi petani lokal secara signifikan.

Melalui sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, serta keterlibatan aktif generasi muda dari sekolah vokasi pertanian, Kementan optimistis kedaulatan pangan nasional akan semakin kokoh. Ketahanan pangan yang kuat pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani sebagai tulang punggung ekonomi negeri.

Share: