Dari Kelas ke Lahan, SMK PP Kementan Uji Kesiapan Petani Muda Lewat UAS
Kupang — SMK PP Negeri Kupang melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) bagi siswa kelas XII sebagai langkah akhir mencetak petani muda yang kompeten dan siap menghadapi tantangan pertanian modern. Kegiatan ini berlangsung pada 8–17 April 2026 dan mencakup ujian teori serta praktik.
UAS menjadi tahapan krusial sebelum siswa dinyatakan lulus dan melangkah ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan. Melalui konsep pembelajaran berbasis vokasi, sekolah memastikan lulusan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga terampil secara teknis di lapangan.
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat sektor pertanian nasional.
“Kita membutuhkan lebih banyak petani muda yang terampil, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Pendidikan vokasi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, yang menekankan bahwa lulusan SMK pertanian harus mampu menjadi pelaku utama pembangunan pertanian.
“Kami mendorong lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja melalui usaha pertanian modern dan berkelanjutan. Kompetensi yang diuji saat ini adalah bekal utama mereka ke depan,” jelasnya.
Kepala SMK PP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya, menyampaikan bahwa UAS bukan sekadar evaluasi akademik, melainkan pembuktian keterampilan nyata siswa.
“Kami memastikan lulusan mampu mengaplikasikan ilmu secara langsung. Karena itu, ujian praktik menjadi komponen utama dalam penilaian,” ungkapnya.
Pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan terjadwal dengan pengawasan ketat untuk menjamin integritas. Sekolah juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung agar proses ujian berjalan optimal.
Para siswa mengikuti ujian dengan penuh semangat. Ujian praktik menjadi pengalaman paling berkesan karena memberikan gambaran nyata dunia kerja.
“Kami sudah belajar selama tiga tahun, dan ini saatnya membuktikan kemampuan. Ujian praktik membuat kami benar-benar siap menjadi petani profesional,” ujar salah satu siswa.
Dukungan penuh juga diberikan para guru yang berperan tidak hanya sebagai penguji, tetapi juga pembimbing. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa saat terjun ke dunia kerja.
Pelaksanaan UAS ini menjadi bukti komitmen SMK PP Negeri Kupang dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. Melalui perpaduan teori dan praktik, diharapkan lahir generasi petani muda yang inovatif dan siap berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional.
Usai ujian yang berakhir pada 17 April 2026, para siswa akan memasuki fase baru dengan harapan menjadi petani masa depan yang mandiri, profesional, dan mampu mendorong kemajuan pertanian Indonesia
